News

Loading...

Rabu, 29 Februari 2012

‘Satu Darah’

Tidak salah kalau Maluku dikenal sebagai daerah gudangnya musik, karena begitu banyak talenta-talenta Maluku yang mendunia karena  musik itu sendiri. Belakangan ini, salah satu jenis musik yang banyak digandrungi di Maluku adalah musik Hip-Hop (musik yang didominasi dengan rapping, beat making, break dancing, dan grafitty) yang merupakan inovasi orang kulit hitam di Amerika, akibat dari penjajahan orang kulit putih terhadap mereka, dan Hip-Hop diciptakan untuk menyalurkan pelampiasan emosi mereka. Di Maluku musik Hip-Hop booming sekitar tahun 2008 yang diperkenalkan oleh rapper-rapper (vokalis dalam musik Hip-Hop) bertalenta daerah ini dan berkat gebrakan merekalah, musik Hip-Hop bisa menjadi seperti sekarang ini dan benar-benar ada di puncaknya.
0099.JPG            Dalam musik Hip-Hop Maluku, ada sebuah filosofi yang mulai berkembang dan menunjukan eksistensinya yaitu filosofi ‘Satu Darah’. Filosofi ini disimbolkan dengan sebuah gesture, seperti yang terlihat pada gambar ini. Pada  gambar ini terlihat bebebrapa tangan yang hanya mengangkat jari telunjuk, tengah, dan kelingking guna menyimbolkan daerah Utara, Lease, dan Tenggara Maluku, yang memiliki makna bahwa ketiga daerah itu adalah satu yang disimbolkan dengan satu tangan atau dengan kata lain adalah saudara. Filosofi ini belum jelas tentang siapa yang menciptakannya maupun kapan pertama kali digunakan, namun yang jelasnya bahwa filosofi ini benar-benar menunjukan ke-Maluku-an masyarakat tanah raja-raja ini. Hal ini disebabkan karena filosofi ‘Satu Darah’ mengandung makna ‘bersaudara’ atau yang dikenal dengan sebutan ‘Gandong’ (saudara) yang juga merupakan budaya unggulan di tanah ini.
            Filosofi ‘Satu Darah’ adalah filosofi yang filosofis, karena filosofi ini membawakan efek-efek fundamental kehidupan tentang bagaimanakah hidup bermusik itu‘Satu Darah’ harus dijalani yaitu dengan rasa saling menghargai, mendukung, menolong, dan rasa saling memiliki layaknya kehidupan bersaudara. Selebihnya, filosofi ini juga merupakan sebuah pengontrol agar dalam bermusik khususnya musik Hip-Hop tidak ada kecendrungan untuk berorientasi pada hal yang bersifat rasisme. Sebagai tambahan filosofi ini juga menjadi sebuah media untuk menyatukan berbagai perbedaan prinsip bermusik seluruh komunitas Hip-Hop di Maluku ini.   
            Namun tak bisa disangkal juga kalau pengaruh filosofi musik Hip-Hop bangsa barat mulai diadopsi sebagian komunitas Hip-Hop di daerah ini. Salah satu filosofi yang banyak di gemari adalah filosofi ‘gangsta’ (paham mengeksklusifkan diri atau rasis dan lebih berorientasi pada tindak fisik dalam menunjukan dominasi musiknya) yang berasal dari tempat lahirnya musik ini yaitu Bronx atau Brooklyn (salah satu daerah di Amerika). Dalam kesehariannya, pengguna filosofi ini mengklaim bahwa kehidupan bermusik mereka adalah liar dan penuh dengan resiko atau yang dikenal dengan ‘mi vida loca’. Jujur saja bahwa filosofi ini tidak sesuai dengan cara bermusik talenta-talenta Maluku, karena filosofi ini hanya mementingkan pencapaian terhadap kepopuleran dan kekuasaan serta kadang-kadang tanpa diimbangi dengan skill bermusik yang mempuni, sedangkan karakter bermusik talenta Maluku adalah dengan menunjukan kualitas terbaik juga bertujuan untuk menghibur tanpa bermaksud untuk mencari ketenaran atau uang. Hal lain yang lebih parah yaitu bila filosofi ‘gangsta’ ini masih terus dijadikan prinsip bermusik, maka bukan tidak mungkin jika budaya pela gandong yang diusung filosfi ‘Satu Darah’ akan hilang, dan seluruh komunitas-komunitas Hip-Hop Maluku akan mulai ‘berperang’ yang dimulai dengan nge-diss (disrespect: tidak menghargai) satu sama lain lewat lagu, dan bahkan bisa terjadi tindakan-tindakan fisik selanjutnya.
            Untuk itulah diharapkan bagi seluruh insan musik Hip-Hop di tanah Maluku ini untuk tetap menjadikan filosofi ‘Satu Darah’ sebagai acuan dalam bermusik, dan meninggalkan segala bentuk pengaruh bangsa barat yang bersifat buruk agar kualitas dan kekhasan bermusik serta budaya ‘orang basudara’ kita tetap terpelihara.   
            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar